Langsung ke konten utama

Perkembangan Teknologi Prosesor AMD Dari Masa ke Masa

 

Perkembangan Teknologi Prosesor AMD

Dari Masa ke Masa

Prosesor adalah  IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan digunakan sebagai pusat atau otak dengan fungsi melakukan perhitungan dan menjalankan tugas. Prosesor ini terletak atau berada di motherboard / mainboard.

Bagian terpenting dari prosesor adalah

Aritcmatics Logical Unit (ALU): Melakukan semua perhitungan aritmatika  (matematika) yang terjadi sesuai dengan intruksi program. 

Control Unit (CU) Pengatur lalu lintas data seperti input.

Memory Unit (MU): Alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi.

Processor mengalami perkembangan dari generasi ke generasi.  berikut ini adalah perkembangan processor hingga saat ini :

1. AMD K5 dan K6: Generasi Pertama dan Kedua


Di tahun 1995, AMD memperkenalkan microprocessor pertama yang diberi nama AMD-K5. K5 dilandasi oleh arsitektur 32-bit (x86) yang dikembangkan oleh Intel dan yang menjadi standar microprosesor dikala itu. Dari sisi teknologi, K5 lebih maju dibanding kompetitornya yaitu Intel Pentium dengan memperlihatkan clock speed seratus megahertz. Dalam waktu dua tahun kemudian, AMD meluncurkan AMD-K6 yang diposisikan sebagai prosesor berkinerja tinggi yang lebih murah, untuk menyaingi prosesor Intel Pentium II. Hadirnya prosesor ini membuat harga PC menjadi lebih terjangkau.

2. AMD K6-II dan K6-III: Varian Seri K6


Selanjutnya, AMD menghadirkan K6-II yang merupakan perbaikan dari versi sebelumnya dengan penambahan fitur 3Dnow!. Berikutnya juga hadir AMD K6-III Sharptooth yang merupakan versi K6 dengan adanya tiga cache yang terdiri dari 64 KB L1, 256 KB L2, dan variasi sampai 2 MB pada L3.



3. AMD K7: Kelahiran Athlon


Prosesor generasi ketujuh ini menjadi prosesor berarsitektur 32-bit tercepat dikala itu dengan clock speed mencapai satu gigahertz. Ini diluncurkan beberapa hari sebelum dirilisnya Intel Pentium III 1 GHz. Selanjutnya, berurutan hadir varian dari Athlon menyerupai Athlon Thunderbird, Athlon Duron, Athlon Palomino, Athlon Thoroughbred dan Barton, Athlon Thorton, dan The New Duron
 

4. AMD K7: Sempron, Pesaing Intel Celeron


Sempron mempunyai memori cache yang lebih rendah serta lambat dibanding Athlon. Prosesor ini dibentuk sebagai pesaing dari Intel Celeron yang juga dirancang sebagai komponen PC berbiaya rendah.



5. AMD K8: Athlon 64


Di tahun 2003, AMD memperkenalkan prosesor x86 pertama yang ditujukan untuk komputasi 64-bit. Dengan nama instruksi K8, prosesor ini merupakan variasi K7 yang dimodifikasi. Dengan memakai rancangan 64-bit, AMD bisa meningkatkan proteksi memori sampai satu terabyte (TB)



6. AMD K8: Sempron


AMD juga memperbarui jajaran Sempron dengan memakai arsitektur K8. Seperti Sempron generasi pertama, prosesor ini mempunyai cache lebih kecil dan clock speed lebih rendah dibandingkan K8 Athlon.



7. AMD K8: Athlon 64 X2


AMD mulai memperkenalkan prosesor dual-core yang menyasar segmen konsumen menurut arsitektur K8. Meskipun dua inti prosesor tersebut tidak bisa bekerja pada thread yang sama secara bersamaan, CPU ini bisa menangani tugas-tugas lain dan meningkatkan kinerja multitasking.



8. AMD K8: Turion dan Turion X2


Di tahun 2005, AMD memperkenalkan lini produk untuk perangkat mobile (notebook) dengan nama Turion. Produk ini memakai arsitektur yang sama dengan prosesor desktop tapi bisa bekerja dengan daya yang lebih rendah. Kemudian hadir varian lain yang diberi nama Turion X2.


9. AMD K10: Generasi Quad-Core Phenom


Di tahun 2007, AMD memperbarui jajaran prosesor di kelas high-end yang mempunyai empat inti (quad-core) melalui Phenom yang menggantikan Athlon. Pada tahun 2009, berlanjut hadir Phenom II dengan fabrikasi 45 nm yang memakai konsumsi daya lebih rendah. Ini membuat AMD sanggup meningkatkan clock speed tanpa menghasilkan panas yang berlebihan. Kemudian muncul pula Phenom II X2 d X3 yang masing-masing mempunyai dua dan tiga die dalam satu prosesor.

10. AMD K10: Athlon II dan Sempron


AMD meluncurkan prosesor berbasis K10 yang menyasar segmen low-end melalui seri Athlon II. Agar biaya produksi rendah, prosesor tersebut memakai die CPU tanpa L3 cache. Selanjutnya Sempron kembali hadir melalui arsitektur K10. Kemudian dilanjutkan dengan Phenom II K6 yang memperkenalkan teknologi Turbo Core yang memungkinkan prosesor meningkatkan clock speed sampai 3,7 GHz.


11. AMD K10: Fusion/Liano


Seri pertama APU hadir dengan konsep membuat prosesor yang bisa menghasilkan kinerja CPU dan grafis yang bertenaga. Ini ditujukan bagi pengguna yang ingin bermain game dengan tampilan grafis minimal serta biaya rendah.


12. AMD Bulldozer: Zambezi


Pada Oktober 2011, AMD memperkenalkan penerus arsitektur K10 melalui Bulldozer. Hadir guna menyaingi Intel Sandy Bridge, nyatanya Bulldozer banyak dikritik alasannya yaitu rakus daya dan menghasilkan panas yang lebih tinggi. Kinerjanya pun jauh di bawah Sandy Bridge.


13. AMD Piledriver: Trinity, Richland, dan Vishera

Memperbaiki kesalahan dari Bulldozer, hadir arsitektur Piledriver yang berbarengan dengan Trinity, generasi kedua seri APU. Selanjutnya, Richland hadir sebagai peningkatan dari Piledriver dengan kinerja yang lebih baik dari Trinity. Richland juga mengonsumsi daya yang lebih sedikit serta menghasilkan panas yang lebih rendah. Di seri FX, AMD menghadirkan Vishera yang menggantikan Zambezi.

14. AMD Steamroller: GCN APU


Pada tahun 2014, AMD memperbarui lagi jajaran seri APU yang memakai arsitektur Steamroller. Beralih ke fabrikasi 28 nm serta arsitektur GCN (Graphics Core Next), kinerja grafis arsitektur ini meningkat drastis.



15. AMD Ryzen: Kembalinya AMD


Arsitektur Zen merupakan teknologi gres buatan AMD dan perdana dipakai dalam prosesor Ryzen. Untuk tahap awal, AMD merilis seri Ryzen 7 yang terdiri dari tipe 1800X, 1700X, dan 1700. Tipe terkuat yaitu Ryzen 7 1800x mempunyai 8 core, 16 thread serta mempunyai clock speed 3,6 GHz. Tipe ini diklaim jauh lebih unggul dibanding prosesor Intel Core i7 6900K..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wireless Connection Sharing

 LAPORAN PRAKTIKUM  JARINGAN KOMPUTER  "Wireless Connecting Sharing" Dosen Pengampu : Bpk. Ronal Hadi, S.T,M.KOM Bpk. Ardi Syawaldipa, S.KOM.,MT Disusun Oleh :  Kintan Sepril Syayuni  2101092020 JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI Prodi D3 Manajemen Informatika Politeknik Negeri Padang Tahun Akademik  2022 / 2023 Kata Pengantar       Puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-NYA sehingga saya dapat menyelesaikan   LAPORAN PRAKTEK INSTALASI JARINGAN KOMPUTER  ini tepat pada waktunya. Shalawat beriringkan salam tidak lupa pula kita ucapkan kepada Nabi besar kita yakninya Nabi Muhammad SAW.  Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah jaringan komputer.     Pada kesempatan kali ini saya mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah jaringan komputer bpk.   Ronal Hadi, S.T,M.KOM dan ...

Subnetting Using VLSM Method

                                            LAPORAN PRAKTEK JARINGAN KOMPUTER   PRAKTIKUM SUBNETTING USING VLSM METHOD  Dosen Pengampu : Bpk. Ronal Hadi, S.T,M.KOM Bpk. Ardi Syawaldipa, S.KOM.,MT Disusun Oleh :  Kintan Sepril Syayuni  2101092020 JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI Prodi D3 Manajemen Informatika Politeknik Negeri Padang Tahun Akademik  2021 / 2022 TUJUAN  Mampu memahami cara penggunaan cisco packet tracer Mampu membuat IP Address jaringan dengan menggunakan metode VLSM  ALAT dan BAHAN  PC / Laptop  Cisco Packet Tracer Versi 8++ KASUS      Sebuah perusahaan swasta memiliki 5 divisi yang masing-masing :  •Divisi HRD membutuh 14 user •Divisi Marketing membutuhkan 28 user •Divisi Financial membutuhkan 18 user •Divisi Teknisi Gangguan membutuhkan 90 user •Divisi Operator dan Adminitrasi ...

ROUTER DAN ROUTING

 ROUTER DAN ROUTING PENGERTIAN uting adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secam statis ke router lain. Seorang administrator memilih suatu protokol routing dinamis berdasarkan keadaan topologi jaringannya. Misalnya berapa ukuran dari jaringan, bandwidth yang tersedia, proses power dalam router, merek maupun model dari router, dan protokol yang digunakan dalam jaringan. Routing adalah proses di mana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Kemudian, agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika men...